“Bakat itu hanya sepuluh persen, selebihnya adalah kerja keras”

Seringkali kita merasa takut ketika “divonis” tidak berbakat. Dan memang kita masih hidup dalam masyarakat seperti itu. Artinya, bakat masih dijadikan satu-satunya tolok ukur untuk menilai seseorang bisa melakukan sesuatu atau tidak. Lihat seorang anak kecil yang bisa menyanyi, sementara ada anak kecil lain yang tidak bisa menyanyi. Orang cenderung akan mengatakan anak yang pertama punya bakat menyanyi, sementara anak yang kedua tidak punya bakat. Tetapi, apakah orang-orang itu pernah mengamati perubahan yang terjadi pada diri anak tersebut setelah dewasa? Sangat mungkin terjadi perubahan-perubahan, bahkan tidak seperti yang “dituduhkan” orang pada anak-anak itu.

download lengkap

Baca lebih lengkap lebih lengkap dalam buku “Jurus Jitu Nulis Artikel yang Baik dan Benar (2011)”