Tulisan saya di Jawa Pos (24 Februari 2004) beserta tanggapan-tanggapannya. Semoga bisa menginspirasi.

Dosen, Mana Buku Karyamu?

Stephen R. Covey pernah membuat pernyataan yang menggelitik, “Apa yang orang ucapkan tentang seseorang di depan makamnya? Cuma nama saja. Ia ingin diumpat sebagai penjahat, atau diingat pemikiran atau karya-karyanya.” Sungguh pernyataan Covey ini layak untuk diapresiasi lebih jauh, terutama di kalangan dosen yang sering disebut kalangan awam sebagai ilmuwan, akademikus atau intelektual.

Dunia dosen adalah dunia yang berkubang dengan ilmu. Maka, dalam aktivitasnya ia tidak akan bisa lepas dari ilmu yang digelutinya untuk diajarkan kepada mahasiswa. Karena ilmu pengetahuan terus berubah setiap waktu, mengakses informasi baru tidak bisa dihindarkan. Itu pulalah mengapa, membaca buku bagi dosen adalah wajib hukumnya. Masalahnya, berbagai ilmu pengetahuan dan perkembangan wacana biasanya bisa didapat lewat buku. Bagaimana mungkin ia akan bisa mengajar dengan baik dan menarik di mata mahasiswa kalau buku dan informasi yang dikemukannya tidak berubah setiap tahun? Anehnya, tidak jarang dosen masih melakukan tindakan “tercela” seperti ini.

Baca lebih lengkap

Tanggapan 1:  Buku dan Dosen Selebritis

Tanggapan 2: Dosen, Opportunity Cost, dan Problem Pasar