Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah meminta agar media massa menjaga akurasi, keseimbangan dan melakukan self cencorship (sensor diri). Dengan cara seperti itu, diharapkan kesalahpahaman antara pemerintah, masyarakat dan dengan media massa bisa diatasi. Hal demikian disampaikan presiden dalam acara pertemuan dengan pimpinan media massa di Istana Negara beberapa waktu lalu. Tulisan ini akan melihat dari sisi apa yang telah dilakukan media massa dan pemerintah dan apa yang harus dilakukan.

Objektivitas

Yang sering dikhawatirkan pemerintah adalah bahwa media massa sudah kehilangan objektivitas pemberitaannya. Harapan presiden agar media massa melakukan self cencorhsip sebenarnya tarungkap harapan sekaligus sindiran selama ini media lemah dalam melakukan itu.

Berbicara tentang objektivitas media massa kita tidak akan bisa melepaskan diri dari bahasan fakta dan opini/fiksi. Westerstahl (McQuail, 2000), pernah meyodorkan bahwa yang dinamakan objektif setidaknya mengandung faktualitas dan imparsialitas. Faktualitas berarti kebenaran yang di dalamnya memuat akurasi (tepat dan cermat), dan mengkaitkan sesuatu yang relevan untuk diberitakan (relevansi). Sementara itu, imparsialitas mensyaratkan adanya keseimbangan (balance) dan kenetralan dalam mengungkap sesuatu.

Baca lebih lengkap

Lebih jelas dalam buku “Jurnalisme Masa Kini” (2009)