Pengantar Komunikasi Massa

Oleh: Nurudin

Penerbit: Rajawali Pers / RajaGrafindo Persada

Kota Terbit: Jakarta

Tahun: 2007

 

Kata Pengantar

Global Village atau desa global menjadi suatu keniscayaan kemunculannya. Akibatnya, setiap kejadian yang ada di suatu negara dalam beberapa saat bisa diketahui oleh masyarakat seluruh dunia. Bahkan berbagai warisan ilmu pengetahuan pada ratusan atau ribuan tahun yang lalu bisa dinikmati masyarakat dewasa ini. Pertanyaannya adalah mengapa itu semua bisa terjadi? Jawaban kongkritnya adalah karena ada peran media massa (radio, televisi, surat kabar, tabloid, majalah, internet, buku, kaset/CD). Bahkan bisa dikatakan, hidup kita tidak akan lepas dari peran media massa. Mulai bangun tidur sampai mau tidur lagi. Pikiran kita dipenuhi informasi dari media massa. Betapa media massa sedemikian hebat dan kuatnya dalam mempengaruhi manusia.

Hidup manusia pun akan sangat bergantung pada media massa. Bahkan masyarakat yang terkenal religius pun tidak perlu lagi belajar kepada para pemuka keagamaan, mereka bisa belajar sendiri lewat media massa. Berbagai kebutuhan sehari-hari juga dipilihkan oleh media massa. Media massa telah menjadi faktor penentu kehidupan manusia ini. Ini sekedar sekelumit keampuhan media massa.

Berbagai aspek yang melekat pada media massa, beserta kelebihan dan kekurangannya sudah selayaknya menjadi perhatian utama kajian masyarakat. Bagaimana proses media massa terjadi, bagaimana media massa membentuk perilaku masyarakat, bagaimana media massa mendorong kemajuan sampai bagaimana media massa (maaf) memerosokkan derajat kemanusiaan seseorang melebihi binatang menjadi fenomena yang perlu mendapat perhatian serius. Itu semua bisa dikaji dalam buku Pengantar Komunikasi Massa ini. Sebagaimana diketahui, komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa (modern). Jadi, membahas komunikasi massa tidak akan lepas dari media massa sebagai media utama dalam proses komunikasi massa itu sendiri.

Begitu pentingnya kajian tentang komunikasi massa dalam masyarakat menjadi salah satu alasan mengapa buku ini perlu terbit. Buku ini juga bisa menjadi buku pegangan kuliah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Komunikasi Massa atau kajian media massa yang lain. Apalagi berdasarkan kurikulum nasional, lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan komunikasi wajib mengajarkan mata kuliah ini. Masalah yang lain, kajian komunikasi massa yang lebih komprehensif belum ditemukan di Indonesia pula. Diharapkan buku ini akan mengatasi kelangkaan literatur tersebut, tentunya dengan kekurangan yang menyertainya.

Dalam buku ini dibahas tentang berbagai hal yang berkaitan dengan komunikasi massa mulai dari definisi komunikasi massa yang selama ini diputarbalikkan artinya, ruang lingkupnya, alasan-alasan mengapa kita perlu mempelajari komunikasi massa, fungsi-fungsi komunikasi massa dalam kehidupan sehari-hari, elemen-elemennya, model-model komunikasi massa, teori-teori komunikasi massa, efek yang ditimbulkan dan etika komunikasi massa. Bahasan tersebut akan mempu membekali secara teoritis mahasiswa komunikasi khususnya dan peminat kajian media massa atas fenomena media massa yang kian tumbuh pesat dewasa ini dan juga bisa menjadi bekal berharga jika nanti terjun ke dunia praktis. Buku ini tidak saja bermanfaat bagi mahasiswa S-1 tetapi juga mahasiswa S-2.

Buku ini tidak berpretensi ilmiah, tetapi sekedar menjadi pengantar dalam mempelajari komunikasi massa, meskipun demikian tidak kehilangan dimensi ilmiahanya. Oleh karena itu, untuk memudahkan pemahamannya, penulis memang sengaja menggunakan kaidah bahasa ilmiah popular. Ini sengaja dilakukan mengingat banyak buku-buku penulis yang mendapat sambutan hangat pembaca baik lewat SMS, e-mail dan surat karena buku tersebut ditulis secara ilmiah populer.

Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada istri penulis Wina Ekamawati atas segala dorongannya. Mungkin dia merasa bosan dengan ucapan ini (sebab setiap buku yang saya tulis ada kalimat tersebut). Tetapi, sungguh tiada kata yang bisa menggambarkan kegembiraan saya kecuali itu. Tak lupa pada anakku Nadien Zahrah Salsabila (Ara), Nadien Raihanah Izzah (Izzah) yang menjadi penyejuk rasa hausku dan obat lelah kepenatanku. Buku ini saya tulis agar kamu tahu bahwa bapakmu sungguh-sungguh dalam mendidikmu. Mungkin kamu baru sadar ketika sudah dewasa nanti atau paling tidak, kamu perlu sadar bahwa bapakmu juga bisa membuat buku sebagai warisan mahal yang tak setiap orang bisa melakukannya.

Terima kasih yang tak terhingga juga saya ucapkan kepada para mahasiswa saya yang telah memberikan follow up, pertanyaan, dan diskusi sehingga buku ini menjadi lebih “kaya”. Tak terkecuali kepada para instruktur saya di Indonesia Australia Language Foundation (IALF) Bali antara lain Peter Rooney, Putu Gayatri, dan Siti Hajar. Bisa jadi mereka tidak sadar bagi pendorong munculnya buku ini. Tetapi penulis sadari karena merekalah saya lebih mudah untuk memahami teks dalam bahasa Inggris. Last but not least, kepada John M Echols dan Hassan Shadili atas kemampuannya membuat Kamus Inggris-Indonesia (PT Gramedia, 1996). Mungkin dia tidak membutuhkan ucapan terima kasih ini, tetapi bagi saya itu penting, karena kamus itu sangat berarti bagi saya. Kepada penerbit PT RajaGrafindo Persada yang bersedia menerbitkan buku ini dan atas kerjasamanya yang baik selama ini disampaikan terima kasih yang tak terhingga pula.

Kepada pembaca, dengan segala kerendahan hati buku ini dipersembahkan. Sungguh, buku ini pun tidak akan bermakna dan bermanfaat tanpa Anda semua. Semoga bermanfaat.

 

 

Malang,   29 Juni 2006

 

 

Nurudin